Sumber :

https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=14&ved=0CDcQFjADOApqFQoTCL-wpIXV8cgCFUeciAodomAFdA&url=http%3A%2F%2Feprints.undip.ac.id%2F28657%2F1%2FARTIKEL_SKRIPSI_SEVRIDA.pdf&usg=AFQjCNGRlNtnv-ZGUkKohgkQnq0km_WbCw&sig2=4_U7nQEp8C4enJm8mhNCqw&bvm=bv.106379543,d.dGY&cad=rja

d8eb7e25-28e4-4949-b52f-4a71653afd79

Tax amnesty is a government policy with the aim to invite the taxpayer to discipline to perform its obligations.Simple understanding of a  tax amnesty, such as tax exemptions for taxpayers (WP) who kept their money abroad and does not fulfill its obligations to pay taxes in exchange for paying taxes at a lower rate.

In the opinion of the tax amnesty pro to do this, it is expected the employers who keep their money abroad will move their funds in Indonesia and became obedient new WP so as to increase tax revenues. From CNN Indonesia stated that many rich people in Indonesia who kept their money in foreign countries, such as Singapore, taking advantage of a tax treaty. Therefore, the Directorate General of Taxation (DGT) to encourage the enactment of tax amnesty is to attract money from the citizens of Indonesia who kept abroad

Meanwhile, opinions and cons of the tax amnesty is considered that the policy is a desperate move by the government. Where the government is unable to curb tax to taxpayers who do not comply. In addition, the implementation of a tax amnesty to encourage citizens who have obeyed the tax to be bad because there is no jealousy factor.

On the basis of the common problems the pros and cons of the tax amnesty policies that lead to the conclusion that the government’s policies will lead to positive and negative effects. It is therefore expected pemeritah able to take the best decision in the discipline of taxpayers who do not comply.

abcd

Answer :

1-10 : cabdcabdaa

11-25 : baaaabbacababca

2

Image  —  Posted: April 27, 2016 in Uncategorized

2

Page 1

3

Page 2

Pada materi kali ini, saya akan memberikan contoh mengenai beberapa perusahaan yang sudah menerapkan etika berbisnis dalam kegiatan usahanya. Adapun dari beberapa perseroan atau perusahaan sudah mempostik atau menerbitkan mengenai etika berbisnis pada perusahaan mereka.

Berikut merupakan beberapa perusahaan yang sudah menerapkan etika berbisnis :


1. Etika Bisnis Dan Budaya Perusahaan PT Telkom

Telkom senantiasa memegang teguh moral dan etika yang merupakan landasan penerapan GCG. Seiring waktu pembelajaran kami dalam mengelola GCG, maka penerapannya membentuk kesadaran hukum dan menghasilkan karyawan yang peka terhadap tanggung jawab sosial serta dicintai pelanggan.

Panduan Perilaku (Code of Conduct)

Sebagai panduan perilaku bagi seluruh insan Perseroan, kami menerbitkan Keputusan Direksi No.KD.201.01/2014 tentang Etika Bisnis di Lingkungan Telkom Group.

Telkom memiliki perangkat etika bisnis, yang merupakan standar perilaku karyawan dalam berhubungan dengan pelanggan, pemasok, kontraktor, sesama karyawan dan pihak-pihak lain yang mempunyai hubungan dengan perusahaan.

Pemberlakuan Penerapan  Kode  Etik Bagi Dewan Komisaris, Direksi Dan Karyawan

Sesuai ketentuan Sarbanes Oxley Act (“SOA”) 2002 section 406, Telkom menjalankan kode etik yang berlaku bagi seluruh level organisasi, yaitu Dewan Komisaris, Direksi dan pejabat kunci lainnya serta seluruh karyawan yang dapat dilihat pada website kami http://www.telkom. co.id/hubungan-investor/tata-kelola-perusahaan/ kode-etik/

Untuk setiap perubahan dan pengesampingan terhadap kode etik Telkom informasikan melalui website tersebut.

Sosialisasi Dan Upaya Penegakan Etika Bisnis

Pemahaman dan upaya mengingatkan kembali kepada karyawan tentang tata nilai dan etika bisnis dilakukan melalui pengiriman materi sosialisasi dan sekaligus assessment yang dilaksanakan setiap tahun. Materi tersebut berkaitan dengan pemahaman GCG, etika bisnis, pakta integritas, fraud, manajemen risiko, pengendalian internal (“SOA”),whistleblowing, pelarangan gratifikasi, tata kelola TI, menjaga keamanan informasi dan hal-hal lainnya yang terintegrasi terkait dengan praktik tata kelola perusahaan. Upaya dimaksud dilakukan melalui program survei etika bisnis dengan populasi seluruh karyawan. Survei dilakukan secara online, melalui media portal/intranetyang diakhiri dengan pernyataan kesediaan karyawan untuk menjalankan etika bisnis. Pemahaman dan penerapan etika bisnis berikut hasil survei setiap tahun diaudit secara internal maupun eksternal melalui proses audit SOA 404 terkait dengan penerapan control environment sesuai kerangka kerja pengendalian internal COSO pada audit pengendalian internal tingkat entitas.

Budaya Perusahaan

Sistem dan budaya terus dikembangkan sesuai dengan tuntutan dan perubahan bisnis untuk mewujudkan cita- cita agar Telkom terus maju, dicintai pelanggannya, kompetitif di industrinya dan dapat menjadi role model Perusahaan. Sejak tahun 2009 dilakukan transformasi budaya baru perusahaan yang disebut dengan “The Telkom Way”. Pengembangan budaya selanjutnya, dilakukan pada tahun 2013 dengan ditetapkannya Arsitektur Kepemimpinan Dan Budaya Perusahaan (“AKBP”) Telkom Group. Secara lengkap Budaya Perusahaan digambarkan sebagai berikut:

 Philosophy to be the Best: Always The Best

Always the Best adalah sebuah basic belief untuk selalu memberikan yang terbaik dalam setiap pekerjaan. Always the Best memiliki esensi “Ihsan” yang dalam pengertian ini diterjemahkan “terbaik”. Karyawan yang memiliki spirit Ihsan akan selalu memberikan hasil kerja yang lebih baik dari yang seharusnya, sehingga sikap ihsan secara otomatis akan dilandasi oleh hati yang ikhlas. Ketika setiap aktivitas yang di lakukan adalah bentuk dari ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Philosophy to be the Best: Integrity, Enthusiasm, Totality Always the Best menuntut setiap insan Telkom memiliki integritas (integrity), antusiasme (enthusiasm), dan totalitas (totality).

 Principles to be the Star: Solid, Speed, Smart

Principles to be the Star dari The Telkom Way adalah 3S yakni Solid, Speed, Smart yang sekaligus menjadi core valuesatau great spirit.

 Practices to be the Winner : Imagine – Focus – Action Practices to be the Winner dari The Telkom Way adalah IFA yakniImagine, Focus, Action sekaligus sebagai Key Behaviors.

Evaluasi  Implementasi Etika  Bisnis Dan  Budaya

Perusahaan

Setiap tahun Telkom melakukan survei internal untuk mengetahui efektivitas penerapan budaya Perusahaan dan etika bisnis, PT Telkom menyebutnya dengan istilah Etika Bisnis Family Survey. Beberapa pertanyaan ditujukan kepada karyawan dilakukan secara online agar dapat menjangkau semua karyawan secara cepat, meliputi: GCG, Etika Bisnis, Tata NilaiThe Telkom Way, anti fraud, pengendalian internal, pakta integritas, whistleblowing system, dan lain-lain. Hasil survei pada tahun 2011, 2012,2013 dan 2014 adalah 74,87 poin, 79,07 poin, 75,80 dan 89,35 poin dari skala 100 poin. Hasil survei tahun 2014 meningkat 13,55 poin dari tahun sebelumnya. Hal ini menggambarkan bahwa tingkat pemahaman karyawan terhadap etika bisnis semakin meningkat dari tahun ke tahun.


2. Etika Bisnis PT Pupuk Indonesia (Persero) 

Kebijakan Larangan Gratifikasi dan anti Suap Perusahaan telah menerapkan kebijakan yang melarang pemberian dan penerimaan setiap bentuk uang, hadiah atau kenikmatan atau manfaat, pemberian diskon, pinjaman, penyediaan fasilitas akomodasi, transportasi atau halhal sejenis lainnya yang terkait dengan bisnis perusahaan kepada dan dari pejabat, rekan kerja, mitra bisnis atau pihak-pihak lain atau dari siapapun yang terkait dengan kedudukan atau tugasnya sebagai petugas senior atau karyawan Perusahaan yang diduga akan mempengaruhi pengambilan suatu keputusan.

Kebijakan dan prosedur Pelaporan (whistle blower) Sebagai salah satu usaha peningkatan penerapan prinsip prinsip Good Corporate Governance (GCG) di lingkungan PIHC beserta seluruh jajaran anak perusahaannya, pada tanggal 30 Mei 2008, bertempat di gedung Bidakara, Jakarta, telah dilaksanakan penandatangan Piagam Pakta Integritas yang dilakukan oleh seluruh Direksi dan Komisaris Utama PIHC beserta seluruh jajaran anak perusahaannya. Selaku perwakilan dari PIHC, penandatanganan piagam tersebut dilakukan oleh Direktur Utama, Bpk. Dadang Heru Kodri. Acara tersebut juga dilengkapi dengan pembekalan mengenai Etika Bisnis yang disampaikan oleh Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) saat itu, Bpk. Antasari Azhar.

Inti Pakta Integritas tersebut adalah pernyataan Direksi dan Komisaris Utama yang memegang teguh dan bertanggung jawab atas penerapan prinsip-prinsip dasar Integritas di lingkungan PIHC dengan tujuan untuk melaksanakan usaha yang bersih, transparan, profesional dan pembentukan Whistle Blowing System (M-18) serta bertindak jujur, dapat dipercaya, menghindari konflik kepentingan dan tidak mentolerir suap.

Pelaksanaan penerapan Good Corporate Governance itu tidak hanya wajib dilakukan oleh pihak Direksi dan Komisaris saja, tetapi juga wajib dilaksanakan oleh seluruh karyawan untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan pakta integritas yang telah ditandatangani.

Kebijakan Anti Fraud Perusahaan melarang anggota Komisaris, Direksi, dan seluruh karyawan PIHC dan pihak terkait untuk melakukan dan memasuki setiap transaksi negatif (fraud). Apabila transaksi tersebut terjadi, maka setiap pihak yang terlibat akan dikenai sanksi, penahanan dan tuntutan sesuai hukum yang berlaku.

Kebijakan Keterlibatan Dalam Politik Kebijakan Perusahaan mengharuskan Direksi dan karyawan yang mewakili Perusahaan dalam setiap urusan Pemerintah dan politik, untuk patuh terhadap setiap perundang-undangan yang mengatur keterlibatan perusahaan dalam urusan publik.

3. Pedoman Etika Perusahaan Semen Indonesia

Perseroan senantiasa mendorong kepatuhan terhadap standar etika dan berkomitmen untuk mengimplementasikannya, serta mewajibkan seluruh pimpinan dari  setiap tingkatan bertanggungjawab untuk memastikan bahwa pedoman perilaku dipatuhi dan dijalankan dengan baik pada jajaran masing-masing.

Sebagai  perusahaan publik, Perseroan bertanggung jawab untuk memenuhi harapan pemegang saham dan pemangku kepentingan (stakeholders). Perseroan dikelola  secara profesional dengan senantiasa menjaga dan membina hubungan dengan semua pemangku kepentingan (stakeholders) sesuai standar etika bisnis. Dalam mengemban tanggung jawab tersebut, Perusahaan menerapkan Pedoman GCG secara konsisten, yang ditunjang dengan standar etika perilaku bisnis dan individu yang dituangkan dalam Pedoman Kode Etik Semen Indonesia.

Pedoman tersebut memberikan petunjuk praktis dan pedoman perilaku bagi seluruh organ perusahaan, pegawai perusahaan, entitas anak dan afiliasi serta Pemangku Kepentingan (stakeholders) lainnya yang harus dipatuh dalam berinteraksi dengan semua pihak, dan harus dijadikan landasan dalam proses pengambilan keputusan, serta sebagai sarana untuk menciptakan lingkungan kerja yang positif dalam mendukung  terlaksananya kegiatan perusahaan dengan baik dan benar, dalam batas-batas norma dan etika berusaha sesuai dengan Pedoman GCG. Selain hal tersebut, Pedoman Kode Etik ini sebagai sarana untuk terciptanya hubungan yang harmonis, sinergis, dan saling menguntungkan antara pemangku kepentingan  (stakeholders) dengan perusahaan.

Pedoman Kode Etik Perseroan telah dilakukan penyusunan ulang atas butir-butir ketentuan dalam Pedoman Kode Etik Perusahaan yang telah ada, menyesuaikan kembali aturan di dalamnya dengan Pedoman GCG dan praktik-praktik lazim terkini. Langkah tersebut diikuti dengan sosialisasi dan pemberlakuan Pedoman Kode Etik Perseroan.

Pedoman Kode Etik Perusahaan ini digunakan sebagai landasan untuk membentuk dan mengatur tingkah laku yang konsisten berdasarkan prinsip-prinsip berkesadaran etis (ethical sensibility), berpikir etis (ethical reasoning), dan berperilaku etis (ethical conduct) sebagai bagian upaya menumbuhkan integritas yang tinggi. Pada akhirnya, integritas tinggi yang menyertai penerapan tata kelola yang baik akan  menjamin perwujudan visi, misi, falsafah, nilai-nilai, dan budaya perusahaan.

Pokok-Pokok Kode Etik

Pedoman Kode Etik Perseroan menjelaskan kebijakan  perilaku perusahaan, jenis-jenis pelanggaran, mekanisme pengaduan pelanggaran dan sanksi bagi pelanggaran yang terjadi. Kebijakan perilaku mengatur hal-hal yang menjadi tanggung jawab Perseroan, individu jajaran Perseroan maupun pihak lain yang melakukan bisnis dengan Perseroan, meliputi:

  • Etika Bisnis Perseroan.

Merupakan penjelasan tentang bagaimana sikap dan perilaku Perseroan sebagai suatu entitas bisnis bersikap, beretika, dan bertindak dalam upaya      menyeimbangkan kepentingan Perseroan dengan kepentingan stakeholder sesuai dengan prinsip-prinsip GCG dan nilainilai korporasi yang sehat.

  • Etika Perilaku Individu.

Merupakan penjelasan tentang bagaimana individu jajaran perseroan dalam berhubungan, bersikap, beretika dan bertindak sesuai kaidah-kaidah dan ketentuan yang berlaku.

Sumber Referensi

http://www.telkom.co.id/investor-relations/tata-kelola-perusahaan/etika-bisnis-dan-budaya-perusahaan

http://pupuk-indonesia.com/id/profile-pupuk-indonesia/gcg/etika-bisnis

http://www.semenindonesia.com/page/get/pedoman-etika-perusahaan-76

Pengertian Etika Bisnis

Etika Bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.

Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan mentaati kaidah-kaidah etika sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

Etika Bisnis dapat menjadi standar dan pedoman bagi seluruh karyawan termasuk manajemen dan menjadikannya sebagai pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan dilandasi moral yang luhur, jujur, transparan dan sikap yang profesional.

Tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu :

  • Utilitarian Approach : setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.
  • Individual Rights Approach : setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.
  • Justice Approach : para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.

Prinsip Etika Bisnis

Secara umum etika bisnis harus ditempuh oleh perusahaan agar tercapai tujuan yang telah ditetapakan. Oleh karena itu etika bisnis memiliki beberapa prinsip yang digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan dan mencapai tujuan yang dimaksud. Adapun prinsip-prinsip etika dalam berbisnis adalah sebagai berikut:

Prinsip Otonomi

Dalam prinsip otonomi etika bisnis perusahaan bebas memiliki kewenangan sesuai dengan bidang yang telah dikuasai Sesuai dengan visi dan misi perusahaan tersebut. Contoh otonomi dalam etika bisnis perusahaan tidak bergantung dengan perusahaan lain dalam mengambil keputusan bisnis. Perusahaan tersebut bebas mengambil keputusan apapun yang sesuai dengan visimisinya. Dalam menjalankan prinsip otonomi ini 2 perusahaan atau lebih bisa berkomitmen dalam menjalankan etika bisnis ini, namun masing-masing perusahaan dimungkinkan untuk mengambil pendekatan yang berbeda-beda dalam menjalankanya. Sebab masing-masing perusahaan memiliki kondisi karakter internal dan strategi yang berbeda dalam mencapai tujuan serta visi misi dari perusahaan tersebut.

Prinsip kejujuran

Prinsip kejujuran dalam etika bisnis merupakan nilai yang paling dasar untuk mendukung keberhasilan kinerja perusahaan. Kegiatan bisnis akan bisa berhasil dan sukses bila setiap individu yang terlibat dalam kegiatan bisnis menerapkan prinsip kejujuran. Pada dasarnya prinsip kejujuran ini harus ditanamkan dalam setiap kegiatan bisnis. Hal yang paling penting dalam menerapakan prinsip ini dalam bisnis adalah dengan memulai menerapakan prinsip ini pada diri kamu dahulu. Jika kamu sebagai pimpinan perusahaan mampu untuk menerapakan prinsip ini, tentu akan menjadi contoh bagi semua karyawan yang bekerja di perusahaanmu.]

Prinsip keadilan

Dalam menerapakan prinsip keadilan semua pihak yang terkait dalam bisnis harus memberikan kontribusi baik itu secara langsung atau tidak langsung terhadap keberhasilan bisnis. Oleh karena itu semua pihak harus memiliki akses yang positif sesuai dengan kemampuan dan peran yang sudah diberikan kepada masing-masing terhadap keberhasilan bisnis ini. Contoh prinsip keadilan dalam etika bisnis seperti alokasi sumber daya ekonomi kepada semua pemilikfaktor ekonomi. Hal ini bisa dilkukan dengan membuat kesepakatan tentang harga konsumen dan juga harga pemasok bahan baku serta alat-alat produksi.

Prinsip hormat pada diri sendiri

Prinsip ini akan memberikan dampak pada bisnis itu sendiri. Dalam menjalankan bisnis masyarakat sebagai konsumen merupakan cerminan bagi bisnis kita. Bila bisnis kita memberikan kontribusi yang positif kepada masyarakat tentu itu akan berdampak positif dengan bisnis yang kita jalankan dan begitu juga sebaliknya. Sebagai pengelola perusahaan sudah menjadi kewajiban untuk memberikan respek kepada siapapun yang terlibat dalam aktivitas bisnis. Dengan demikian pasti semua pihak akan memberikan respek yang sama terhadap perusahaan yang kita kelola. Sebagai contoh prinsip menghormati diri sendiri dalam etika bisnis: Manajemen perusahaan dengan team work-nya memiliki sistem kerja yang berorientasi kepada pelanggan akan makin fanatik terhadap perusahaan. Demikian juga, jika sistem manajemen berorientasi pada pemberian kepuasan kepada karyawan yang berprestasi karena sepadan dengan prestasinya maka dapat dipastikan karyawan akan makin loyal terhadap perusahaan.

Adapun dari penjelasan diatas merupakan definisi dan prinsip-prinsip dari Etika Bisnis. Selanjutnya akan disampaikan definisi dari Comission of Human atau biasa yang kita sebut sebagai Hak Asasi Manusia.

Comission Of Human (Hak Asasi Manusia / HAM )

Hak Asasi Manusia adalah hak-hak yang telah dipunyai seseorang sejak ia dalam kandungan. HAM berlaku secara universal. Dasar-dasar HAM tertuang dalam deklarasi kemerdekaan  Amerika Serikat  (Declaration of Independence of USA) dan tercantum dalam UUD 1945 Republik Indonesia, seperti pada pasal 27 ayat 1, pasal 28, pasal 29 ayat 2, pasal 30 ayat 1, dan pasal 31 ayat 1

Dalam teori perjanjian bernegara, adanya Pactum Unionis dan Pactum Subjectionis. Pactum Unionis adalah perjanjian antara individu-individu atau kelompok-kelompok masyarakat membentuik suatu negara, sedangkan pactum unionis adalah perjanjian antara warga negara dengan penguasa yang dipiliah di antara warga negara tersebut (Pactum Unionis). Thomas Hobbes mengakui adanya Pactum Subjectionis saja. John Lock mengakui adanya Pactum Unionis dan Pactum Subjectionis dan JJ Roessaeu mengakui adanya Pactum Unionis. Ke-tiga paham ini berpenbdapat demikian. Namun pada intinya teori perjanjian ini meng-amanahkan adanya perlindungan Hak Asasi Warga Negara yang harus dijamin oleh penguasa, bentuk jaminan itu mustilah tertuang dalam konstitusi (Perjanjian Bernegara).

Dalam kaitannya dengan itu, HAM adalah hak fundamental yang tak dapat dicabut yang mana karena ia adalah seorang manusia. , misal, dalam Deklarasi Kemerdekaan Amerika atau Deklarasi Perancis. HAM yang dirujuk sekarang adalah seperangkat hak yang dikembangkan oleh PBB sejak berakhirnya perang dunia II yang tidak mengenal berbagai batasan-batasan kenegaraan. Sebagai konsekuensinya, negara-negara tidak bisa berkelit untuk tidak melindungi HAM yang bukan warga negaranya. Dengan kata lain, selama menyangkut persoalan HAM setiap negara, tanpa kecuali, pada tataran tertentu memiliki tanggung jawab, utamanya terkait pemenuhan HAM pribadi-pribadi yang ada di dalam jurisdiksinya, termasuk orang asing sekalipun. Oleh karenanya, pada tataran tertentu, akan menjadi sangat salah untuk mengidentikan atau menyamakan antara HAM dengan hak-hak yang dimiliki warga negara. HAM dimiliki oleh siapa saja, sepanjang ia bisa disebut sebagai manusia.

Alasan di atas pula yang menyebabkan HAM bagian integral dari kajian dalam disiplin ilmu hukum internasional. Oleh karenannya bukan sesuatu yang kontroversial bila komunitas internasional memiliki kepedulian serius dan nyata terhadap isu HAM di tingkat domestik. Malahan, peran komunitas internasional sangat pokok dalam perlindungan HAM karena sifat dan watak HAM itu sendiri yang merupakan mekanisme pertahanan dan perlindungan individu terhadap kekuasaan negara yang sangat rentan untuk disalahgunakan, sebagaimana telah sering dibuktikan sejarah umat manusia sendiri. Contoh pelanggaran HAM:

  1. Penindasan dan merampas hak rakyat dan oposisi dengan sewenang-wenang.
  2. Menghambat dan membatasi kebebasan pers, pendapat dan berkumpul bagi hak rakyat dan oposisi.
  3. Hukum (aturan dan/atau UU) diperlakukan tidak adil dan tidak manusiawi.
  4. Manipulatif dan membuat aturan pemilu sesuai dengan keinginan penguasa dan partai tiran/otoriter tanpa diikut/dihadir rakyat dan oposisi.
  5. Penegak hukum dan/atau petugas keamanan melakukan kekerasan/anarkis terhadap rakyat dan oposisi di manapun.

Hubungan antara Commission of Human dengan Etika Bisnis antara lain :

  1. Mengenai keadilan yang menjadi sebuah hak bagi setiap pelaku bisnis baik dalam sisi individu maupun perusahaan. Dimana keadilan merupakan hak yang mutlak bagi setiap individu maupun perusahaan dalam kegiatan berbisnis.
  2. HAM sebagai dasar pembuatan keputusan perjanjian maupun peraturan yang ada pada kegiatan bisnis, karena etika harus dapat memerhatikan HAM.
  3. Etika bisnis berlandaskan atas Commission of Human demi kelancaran berbisnis agar tidak terdapat pelanggaran HAM ketika menjalankan suatu kegiatan bisnis.

Jadi hubungan antara Commission of Human dengan etika bisnis lebih memfokuskan bahwa HAM menjadi salah satu hal yang dipertimbangkan pada etika bisnis agar tidak terjadi pelanggaran HAM saat menjalankan kegiatan bisnis atau usaha.

https://id.wikipedia.org/wiki/Etika_bisnis

https://id.wikipedia.org/wiki/Hak_asasi_manusia

http://sarungpreneur.com/teori-dan-pengertian-etika-bisnis/

Pada dasarnya etika kerja merupakan gabungan antara dari kata etika yang berarti ilmu tentang apa yang baik, apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral. Pengertian ini muncul mengingat etika berasal dari bahasa Yunani kuno “ethos” (jamak: ta etha), yang berarti adat kebiasaan, cara berkipikir, akhlak, sikap, watak, cara bertindak. Kemudian diturunkan kata ethics (Inggris), etika (indonesia). Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1988, menjelaskan etika dengan membedakan tiga arti, yakni: Ilmu tentang apa yang baik dan buruk, kumpulan azas atau nilai, dan nilai mengenai benar dan salah. Dengan pembedaan tiga definsi etika tersebut maka kita mendapatkan pemahaman etika yang lebih lengkap mengenai apa itu etika, sekaligus kita lebih mampu memahami pengertian etika yang sering sekali muncul dalam pembicaraan sehari-hari, baik secara lisan maupun tertulis. Objek etika adalah alam yang berubah, terutama alam manusia.

Sedangkan apabila etika digabungkan dengan kata “kerja”, yang menjadi etika kerja memiliki arti yaitu nilai-nilai atau kebiasaan yang harus dilakukan ketika berada di lingkungan kerja. Sehingga dapat disimpulkan etika kerja adalah sistem nilai yang dianut secara perorangan yang termasuk etika hubungan antar Karyawan dan perusahaan. Etika kerja mengatur hubungan yang lebih bersifat ke dalam (perusahaan), yakni antara Karyawan dan perusahaan secara umum.

Kumulasi Sikap, perilaku, cara berhubungan dan bagaimana proses kerja dilaksanakan, akan membangun “Budaya Kerja” yang merupakan salah satu elemen penting dalam perusahaan.
Etika Kerja meliputi hal-hal berikut ini :

  • Sikap Karyawan dalam Perusahaan
  • Sikap Karyawan dengan wewenang dan jabatannya di Perusahaan
  • Hubungan Karyawan dengan Atasan dan dengan Bawahannya
  • Hubungan Karyawan dengan Sesama Karyawan

Berikut ini adalah penjelasan lebih lanjut mengenai butir-butir di atas.

1. Karyawan dalam perusahaan :

  •  Menjadi warga Perusahaan yang baik, mentaati peraturan Perusahaan dan peraturan perundangan yang berlaku.
  •  Menggunakan dan mengembangkan potensinya secara optimal untuk kepentingan Perusahaan.
  •  Turut menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan secara bersama-sama membangun budaya kerja yang baik.
  1. Karyawan dengan wewenang dan jabatannya di Perusahaan :
  •  Menggunakan dengan penuh tanggung jawab untuk kepentingan Perusahaan dan tidak untuk kepentingan pribadi atau pihak-pihak tertentu.
  •  Menjaga dan menggunakan seluruh data, informasi, harta dan fasilitas Perusahaan untuk kepentingan Perusahaan dan tidak menggunakannya untuk kepentingan pribadi atau pihak-pihak tertentu.
  •  Menjaga nama baik Perusahaan dalam sikap dan perilakunya, baik di luar maupun di dalam Perusahaan.
  1. Karyawan dengan Atasan dan Bawahannya di Perusahaan :   
  •  Atasan sebagai panutan, pengarah dan pembimbing bawahannya dan bertanggung jawab atas perilaku, kinerja dan unjuk kerja bawahannya di Perusahaan.
  •  Bawahan secara aktif mengembangkan diri dan mengekspresikan potensinya dalam arah dan di bawah tanggung jawab Atasannya.
  •  Saling menerima, menghargai dan membina kerjasama dalam suasana keterbukaan didasari ketulusan dan itikad baik.
  1. Karyawan dengan sesama Karyawan :   
  •  Saling menghargai, mendorong semangat dan membina kerjasama dalam tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.
  •  Mengembangkan integritas, keterbukaan dan kelimpahruahan dalam hubungan yang harmonis sebagai warga Perusahaan.

Setelah membahas mengenai pengertian dari etika kerja tersebut, tulisan selanjutnya mengenai bahasan tentang meningkatkan etika kerja di lingkungan kerja. Untuk mendapatkan kesuksesan dalam karir, setiap karyawan hendaknya meningkatkan etika kerja. Ikuti tips berikut ini dalam meningkatkan etika kerja.

Etika kerja berkaitan dengan apa yang semestinya dilakukan oleh karyawan. Seharusnya etika kerja makin lama bukannya semakin menurun tetapi semakin meningkat. Seperti  dikutip Ehow, untuk meningkatkan etos kerja, setiap karyawan perlu membangun prinsip-prinsip seperti di bawah ini.

  1. Datang ke kantor lebih awal, setidaknya 15 menit sebelum mulai bekerja. Menyediakan waktu luang sebelum bekerja membuat Anda lebih siap mental untuk mengerjakan tugas kantor. Karyawan yang tidak pernah telat berarti menjunjung tinggi prinsip etika kerja.
  2. Pertahankan sikap profesional setiap saat. Jadilah karyawan yang ramah dan bersahabat kepada staf lainnya di perusahaan. Hindarilah gosip dan fokuskan diri pada masalah-masalah pekerjaan.
  3. Bersikap postif terhadap komentar negatif. Sikap positif sangat penting untuk menguatkan etos kerja. Bawalah perspektif yang segar pada pendapat negatif.
  4. Inisiatif untuk menangani proyek baru. Jadilah karyawan dengan inisiatif tinggi dalam mengambil proyek baru dan percaya dirilah menjalankan semua tanggung jawab pekerjaan.
  5. Produktif. Kualitas dan kuantitas pekerjaan merupakan cerminan langsung karakter profesional dan integritas. Seorang pekerja yang produktif dengan etika kerja yang kuat, dapat menghasilkan karya yang berkualitas.
  6. Menghormati kontribusi rekan lain. Bagi sebagian orang bekerja dengan tim lebih sulit karena harus menyatukan beberapa pendapat menjadi satu. Belajarlah untuk menghormati rekan lain di kantor yang memberikan ide.
  7. Tidak perhitungan dengan waktu kerja. Bekerja lembur sesekali bukanlah suatu masalah besar. Bekerja lembur akan menyukseskan proyek yang akan dijalani dan dapat menyelesaikannya lebih cepat dari waktu yang diprediksikan.

Sumber :

http://wolipop.detik.com/read/2011/03/10/113217/1588548/857/7-strategi-meningkatkan-etika-kerja

http://www.component.astra.co.id/gcg.asp?id=1003150&lang=EN

http://www.pengertianahli.com/2013/10/pengertian-etika-menurut-para-ahli.html#_

Penggolongan Biaya

Posted: June 20, 2015 in Uncategorized

PENGGOLONGAN BIAYA

Sumarni Made.

Dalam akuntansi biaya, biaya digolongkan dengan berbagai macam cara. Umumnya penggolongan biaya ini ditentukan atas dasar tujuan yang hendak dicapai dengan penggolongan tersebut, karena dalam akuntansi biaya dikenal konsep: different cost for different purpose.

Dalam buku Akuntansi Biaya, biaya dapat digolongkan menurut:

  1. Objek pengeluaran.
  2. Fungsi pokok dalam perusahaan.
  3. Hubungan biaya dengan sesuatu yang dibiayai.
  4. Perilaku biaya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan.
  5. Jangka waktu manfaatnya”.

(Mulyadi, 2000, 14)

Sedangkan dalam buku Akuntansi Biaya Dilengkapi dengan Isu-Isu Kontemporer biaya diklasifikasikan sebagai berikut:

  1. Objek pengeluaran
  2. Fungsi pokok perusahaan
  3. Hubungan biaya dengan sesuatu yang dibiayai.
  4. Hubungan biaya dengan volume kegiatan.
  5. Atas dasar waktu”.

(Sulastiningsih dan Zulkifli, 2000, 82)

Uraian dari masing-masing penggolongan biaya menurut Mulyadi adalah sebagai berikut:

1. Penggolongan Biaya Menurut Objek Pengeluaran.

Dalam cara penggolongan ini, nama obyek pengeluaran merupakan dasar penggolongan biaya. Misalnya nama obyek pengeluaran adalah bahan bakar, maka semua pengeluaran yang berhubungan dengan bahan bakar disebut “biaya bahan bakar”. Contoh penggolongan biaya atas dasar obyek pengeluaran dalam Perusahaan Kertas adalah sebagai berikut: biaya merang, biaya jerami, biaya gaji dan upah, biaya soda, biaya depresiasi mesin, biaya asuransi, biaya bunga dan biaya zat warna.

2. Penggolongan Biaya Menurut Fungsi Pokok Perusahaan.

Dalam perusahaan manufaktur, ada tiga fungsi pokok, yaitu fungsi produksi, fungsi pemasaran, dan fungsi administrasi dan umum. Oleh karena itu dalam perusahaan manufaktur, biaya dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok

a. Biaya produksi.

Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Menurut obyek pengeluarannya, secara garis besar biaya produksi ini dibagi menjadi: biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik (factory overhead cost). Biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung disebut pula dengan istilah biaya utama (prime cost), sedangkan biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik sering pula disebut dengan istilah biaya konversi (convertion cost), yang merupakan biaya untuk mengkonversi (mengubah) bahan baku menjadi produk jadi

b. Biaya pemasaran.

Merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk melaksanakan pemasaran produk. Contohnya adalah biaya iklan; biaya promosi, biaya angkutan dari gudang perusahaan ke gudang pembeli; gaji karyawan bagian-bagian yang melaksanakan kegiatan pemasaran; biaya contoh (sample).

c. Biaya administrasi dan umum.

Merupakan biaya-biaya untuk mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan produksi dan pemasaran produk. Contoh biaya ini adalah biaya gaji karyawan Bagian Keuangan, Akuntansi, Personalia dan Bagian Hubungan Masyarakat, biaya pemeriksaan akuntan, biaya foto copy.

3. Penggolongan Biaya Menurut Hubungan Biaya dengan Sesuatu yang Dibiayai.

Sesuatu yang dibiayai dapat berupa produk atau departemen. Dalam hubungannya dengan sesuatu yang dibiayai, biaya dikelompokkan menjadi dua golongan

a. Biaya langsung.

Biaya langsung adalah biaya yang terjadi, yang penyebab satu-satunya adalah karena adanya sesuatu yang dibiayai. Jika sesuatu yang dibiayai tersebut tidak ada, maka biaya langsung ini tidak akan terjadi. Dengan demikian biaya langsung akan mudah diidentifikasikan dengan sesuatu yang dibiayai. Biaya produksi langsung terdiri dari biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya langsung departemen (direct departmental cost) adalah semua yang terjadi di dalam departemen tertentu.

b. Biaya tidak langsung.

Biaya tidak langsung adalah biaya yang terjadinya tidak hanya disebabkan oleh sesuatu yang dibiayai. Biaya tidak langsung dalam hubungnnya dengan produk disebut dengan istilah biaya produksi tidak langsung atau biaya overhead pabrik (factory overhead cost). Biaya ini tidak mudah diidentifikasikan dengan produk tertentu. Dalam hubungannya dengan departemen, biaya tidak langsung adalah biaya yang terjadi di suatu departemen.

4. Penggolongan Biaya Menurut Perilakunya dalam Hubungannya dengan Perubahan Volume Kegiatan.

Dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan, biaya dapat digolongkan menjadi:a.

a. Biaya variabel.

Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Contoh biaya variabel adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung.

 b. Biaya semivariabel.

Biaya semivariabel adalah biaya yang berubah tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Biaya semivariabel mengandung unsur biaya tetap dan biaya variabel.

 c. Biaya semifixed.

Biaya semifixed adalah biaya yang tetap untuk tingkat volume kegiatan tertentu dan berubah dengan jumlah konstan pada volume produksi tertentu.

 d. Biaya tetap.

Biaya tetap adalah biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisar volume kegiatan tertentu. Contoh dari biaya tetap adalah biaya gaji.

 

5. Penggolongan Biaya Atas Dasar Jangaka Waktu Manfaatnya.

Atas dasar jangka waktu manfaatnya, biaya dapat dibagi menjadi dua:

a. Pengeluaran modal (capital expenditures).

Pengeluaran modal adalah biaya yang mempunyai manfaat lebih dari satu periode akuntansi. Pengeluaran modal ini pada saat terjadinya dibebankan sebagai harga pokok aktiva, dan dibebankan dalam tahun-tahun yang menikmati manfaatnya dengan cara didepresiasi, diamortisasi atau deplesi.

b. Pengeluaran pendapatan (revenue expenditures).

Pengeluaran pendapatan adalah biaya yang hanya mempunyai manfaat dalam periode akuntansi terjadinya pengeluaran tersebut. Pada saat terjadinya, pengeluaran pendapatan ini dibebankan sebagai biaya dan dipertemukan dengan pendapatan yang diperoleh dari pengeluaran biaya tersebut.

Penggolongan biaya diperlukan untuk mengembangkan data biaya yang dapat membantu manajemen dalam pencapaian tujuan perusahaan. Penggolongan biaya ini didasarkan pada hubungan biaya dengan: objek pengeluaran; fungsi pokok perusahaan yaitu biaya produksi, biaya pemasaran, dan biaya administrasi & umum: sesuatu yang dibiayai yaitu biaya langsung dan biaya tidak langsung; volume kegiatan yaitu biaya variabel, biaya semivariabel, biaya semifixed, dan biaya tetap; dan jangka watu manfaatnya yaitu pengeluaran modal dan pengeluaran pendapatan.

Trip to Gunung Bromo

Posted: June 20, 2015 in Uncategorized

Trip Bromo Malang

6 Juni 2014
“Kriiiiiing” suara alarm subuh bunyi. Yess gua Muslim gua solat subuh. Setelah solat subuh ga kaya biasanya.. Gua langsung mandi dan  siap2in barang. Skip skip.. Semua udah beres. Dalam trip kali ini gua di temani April hehehe. Oke akhirnya gua janjian ama doi buat ketemuan di salah satu pom bensin di bekasi. Disana kita nunggu bis ke arah tn.abang soalnya doi ada kuliah dulu pagi nya di daerah setiabudi. Akhirnya kita pun naik bis bareng dengan orang kerja. Lu tau sendiri kalo naik bis jam 7an.. Itu penumpang rame bener. Dan bener aja, gua sama April duduk di tempat barang di blakang bis bersama tas ransel gua yang segede kulkas. Alhamdulilah jalan lancar. Sampe setiabudi doi langsung kuliah nah gua di sevel sampe bulukan… Setelah kurang lebih 2-3 jam kemudian doi selesai kuliah. Dalem hati gua “akhirnya kelar juga doi”. Abis itu kita pun berangkat menuju stasiun senen. Kereta nya berangkat jam 1:30. Nah hari itu pas hari jumat lagi. Dijalan menuju senen pun macet dan akhirnya gua ga jumat’an. Tapi tenang gua solat dhuhur kok di mushola stasiun hehe. Nah ketika gua di metromini dari setiabudi ke senen gua ngobrol sama kernet metromini. Doi cerita dah tuh tentang keluh kesahnya tinggal dan hidup di Jakarta. Saking menggebu-gebunya doi cerita ampe muncrat-muncrat tuh bibir kluar ludah. Lah gua mah iya iya aja. Hehehe. Setelah melewati kemacetan dan dahsyatnya kernet cerita akhirnya sampe di Stasiun Senen. *jengjerejengjenggggjettt*

Meet Up w/ smartrip

Setelah menjejajakan kaki gua di Stasiun Senen akhirnya gua ngehubungin contact person smartrip. Akhirnya ketemu lah gua sama crew smartrip. Hihi. Yang pertama gua kenal adalah mas Angga dan Firli selaku crew dari Smartrip. Akhirnya gua pun kenalan sama member yang lainnya. Selang beberapa lama kedengeran suara kereta masuk Stasiun. Yap, itu kereta matarmaja jurusan Malang. Akhirnya kita briefing dan berdoa setelah itu masuk ke dalam kereta. Sambil jalan menuju kereta gua berharap sih depan tempat duduk gua orangnya asik. Hehehe. Soalnya gua ga ngebayangin kalo depan gua orangnya ga asik. Lah di kereta gua sampe kurang lebih 16 jam yang tertera pada tiketnya. Bisa anyep2an gua 16 jam ama orang begitu. Tapi akhirnya depan gua ternyata sepasang kekasih hehehe. Akhirnya gua kenalan. “Panji..” Sebut gua sambil berjabat tangan. “Andre..” Sahut doi sambil berjabat tangan. Hahaha. Karena doi yang lebih tua dari gua ya gua manggil doi jadi mas andre. “Kuuuuuuoooooonnngggg” klakson kereta udah bunyi nih.. Ga lama kemudian pun akhirnya kereta matarmaja jurusan Malang berangkat. Akhirnya jalan juga nih kereta. Hehehe.

Suka duka perjalanan di kereta

Kereta pun melaju dengan kecepatan lumayan ngebut. Maklum kereta Jawa. Hehehe. Di dalam kereta gua sama depan masih kaku banget nih. Nah duduk aja masih tegak banget kaya photo KTP. Kaki udah lumayan pegel akhirnya gua nyelonjor ke kolong tempat duduk depan gua ke tempat duduk mas andre. Nah disitu mulai tuh ke akraban gua april dan mas andre dgn mba rika pasangannya mas andre. Hehehe. Kita mulai tuker tukeran posisi kaki buat nyelonjor. Hehehe. Kita pun saling cerita satu sama lain. Hari pun mulai beranjak gelap. Jam udah nunjukin jam 7 malem. Akhirnya kita ngobrol ngaler ngidul rame rame. Pas ngobrol gua ngeluarin makanan dari tas. Pertama ada keripik singkong. Hehehe. Ga ada istimewanya. Selanjutnya ini dia yang bikin rame 1 kereta. Hahaha. Gua ngeluarin keripik yg dari ubi jalar gitu. Tapi gua pun ga tau namanya. Akhirnya kita pun nebak-nebak apaan nama keripik itu? Tanya sini situ ga ada yang tau. Sampe sampe mas Angga browsing dan hasilnya pun nihil. Ada kira-kira 1-2 jam akhirnya salah satu dari member smartrip ada yang tau bahwa ini keripik misterius namanya adalah………………..SLONDOH. Jadi keripiknya tuh warna putih gitu. Lah pas udah dapet namanya akhirnya kita semua ngakak dan lega ketebak juga tuh keripik. Hahaha. Hari pun mulai larut. Sekitar jam 11an tiap kereta pun mulai dingin dan penumpang pun pada mencari posisi buat tidur. Mungkin yg udah tau trik tidur di kereta Ekonomi yaitu tidur di bordess atau di kolong kursi kereta. Itu bisa buat tiduran nyelonjor. Hehehehe. Tapi gua ama april tidur di kursi. Akhirnya setelah tidur ayam jam 1 kereta berhenti di Stasiun solo jebres.. Disini bagi kalian yang pada trip sendiri harus hati2 karena banyak tukang jualan makanan dan minuman pada masuk ke kereta. Sekedar mencegah taruh barang berharga di tempat aman dan ga nunjukin barang2 kalian. Disini gua udah mulai laper akhirnya gua dan april makan pake bekel. Hihihiw. Kita makan rolade.. Enaaaak banget deh biar kata ga bisa tidur. Hahaha. Ga lama kemudian kereta pun berangkat kembali. Yihaaaaaaaa. Singkat cerita jam nunjukin pukul 05:00 akhirnya udah hampir sampe nih. Di sepanjang jalan kanan kiri sawah semua. Di tambah kabut.. Ga lama kemudian di sebalah Kiri sisi kereta terlihat sang fajar mulai menampakan dirinya dibalik bukit. Wahhh dari sini aja keren apalagi kalo di bromo nanti. Hehehe. Akhirnya sekitar jam 7an lewat kita tiba di Stasiun Malang. Setelah bergelut dengan waktu di dalam kereta selama ±16 jam, tiba juga di Kota Malang.

Hari Pertama di Kota Apel Hijau

Setelah keluar stasiun kita semua foto dulu depan balai kota Malang. Cekrat cekret cekrat cekret pada foto2. Hehehe. Puas foto2 acara selanjutnya kita menuju Candi jago di deket Tumpang. Disana kita foto sama candi deh. Disana gua bisa foto di bagian tertinggi candi namun fotonya blurrr… Hahahaha. Selanjutnya udah puas foto foto kita, destinasi selanjutnya adalah menuju home stay. Asikkk bisa rebahan dah nih hehehehe. Udara di sini biar kata siang siang juga sejuk.. Mobil pun tiba di gapura Gubuk Klakah.. Yes ini adalah akses jalan menuju Gn. Bromo dan Semeru via malang pasti lewat sini. Di sepanjang jalan perumahan warga di sekitar sini mayoritas pekarangannya di tanami pohon apel. Enak banget kali ya kalo gua punya pohon apel wkwkwkwk. Akhirnya beberapa menit kemudian mobil pun berhenti. Sampai juga di homestay. Di homestay ini bentuknya kaya rumah biasa, tapi…… Di halaman rumahnya full pohon apel. Huhuy. Mabok apel ini mah hehehe. Akhirnya kita masuk homestay taro barang barang terus istirahat. Setelah jam 2an gua sama april jalan jalan di kebun apel.. Waw banget deh. Hahaha. Akhirnya kita makan apel sesuka hati. Sekitar jam 3an ada acara lagi ke air terjun coban trisula dan coban pelangi. Letaknya sekitar 2km dari homestay. Akhirnya kita semua melaju ke air terjun. Dijalan pemandangannya skoy banget. Kanan kiri penuh bukit yang di tanemin tumbuh2an. Asik deh pokonya. Ga lama kemudian tibalah kita di coban pelangi. Kita main main air di air terjun. Abis itu selesai dari 2 coban kita balik ke homestay buat istirahat biar nanti malem bisa fit. Hehehe.

Akhirnya jam pun menunjukan pukul 1:30 dini hari. Kita semua siap-siap bergegas.Akhirnya nggak lama kemudian jeep yang bakal kita tumpangin pun dateng juga. Di temenin dinginnya udara gunung bromo kita semua berangkat menuju ke pananjakan buat ngeliat indahnya sunrise di spot pananjakan tadi. Ketika dalam perjalanan menuju pananjakan, kita ngelewatin daerah lautan pasir dan bukit telletubies. Namun karena masih gelap itu semua tertutup sama kabut. Alhasil yang gua rasain sih cuma dingin yang dahsyat, sampe sampe kumis gua berembun. hehehe. Akhirnya kita semua sampai di pananjakan. Disana udah banyak orang yang nyari spot buat mengabadikan momen sunrise buat kenang-kenangan dari Gunung Bromo. Akhirnya gua dan rombongan Smartrip nikmatin atmosfer keindahan kawah Gunung Bromo yang aduhai indahnya.

Setelah dari pananjakan gua dan rombongan bergegas buat ke area kawah bromo. Jalannya ya lumayan jauh menuju kawah bromo kalo dari parkiran jeep. Disana disewain kuda-kuda buat sampai ke tangga kawah bromo. Tapi kita mah masih kuat jalan kaki selama dengkul belom goyang, hehehe. Sesampainya di kawah Gunung Bromo kita foto-foto. Dan ada hal unik yang kita lakuin disini. Mau tau? Jadi nih ya, kita semua nurunin kawah Gunung Bromo ga lewat tangga yang kita naik tadi, tapi kita melipir pelan-pelan di pasir sampai ke bawah tadi. Alhasil iya aja semua sepatu kita kemasukan pasir. Tapi itu semua seru sih. hahaha. Akhirnya hari pun sudah mulai siang, Jeep yang kita tumpangin menuju pasir berbisik dan bukit telletubies. Karena udah agak siang akhirnya kita memutuskan buat menuju homestay buat istirahat sambil berkemas buat pulang ke jakarta. Sekitar jam setengah 5 kita semua menuju ke stasiun Malang sampe akhirnya kita tiba di stasiun Senen dan kita berpisah dengan teman-teman trip buat ngejalanin kesibukannya masing-masing.

Sebenernya masih banyak petualangan-petualangan gua yang seru lainnya. Nanti gua share lagi ya. Maaf kalo dalam tutur bahasa masih banyak kekurangan. Karena ini cuma sekedar sharing cerita aja. Salam Jelajah Indonesia.