Sedikitnya minat partisipasi masyarakat terhadap Pemilu Legislatif 2014

Posted: May 22, 2014 in Uncategorized

Tema : Kewarganegaraan yang tidak memilih pemilu legislative 2014

Judul : Sedikitnya minat partisipasi masyarakat terhadap Pemilu Legislatif 2014

Pemilu legislatif sudah berlangsung, namun tidak sedikit masyarakat yang golput bahkan mereka tidak datang ke TPS setempat. Hal ini merupakan hal yang sering terjadi di Indonesia. Dibuktikan pada dengan survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada akhir November 2013.

LIPI melaporkan 60 persen responden survei yang dilakukan lembaga itu di 31 provinsi dengan 1.799 orang responden menyatakan kurang tertarik dan tidak tertarik sama sekali terhadap politik.

Di sisi lain, hanya sekitar 37 persen responden survei itu yang menyatakan tertarik atau sangat tertarik terhadap masalah politik atau pemerintahan. Dalam persentase diatas yang telah diteliti ditemukan masih banyak responden yang tidak berminat dengan Politik. Dimata masyarakat, Politik sekarang hanya sebagai ajang mendulang harta dengan cara berkorupsi. Banyak para anggota legislatif yang tersandung kasus korupsi. Dan masalah ini lah yang membuat rasa percaya masyarakat menjadi rendah dan menyebabkan kurang minatnya masyarakat terhadap Politik. Mungkin sudah menjadi rahasia umum apabila anda ingin menjadi anggota legislatif ketika kampanye anda harus menggelontorkan uang atau dana yang tidak sedikit. Hal ini lah yang menyebabkan para anggota lesgislatif setelah terpilih melakukan korupsi. Latar belakang para oknum anggota legislatif yaitu dengan alasan balik modal pada saat mereka melakukan kampanye dengan dana yang tidak sedikit. Seperti yang dilansir pada berita berikut 

PDI-P dan Golkar sama besar Dari laporan audit dana kampanye pemilu legislatif, dana kampanye PDI-P dan Golkar pada pemilu legislatif, tidak jauh berbeda. Partai Golkar mengeluarkan dana Rp 108,282 miliar, sedangkan PDI-P Rp 108,272 miliar. Dalam laporan PDI-P yang diaudit akuntan Haryono, Junianto, & Saptoamal, penerimaan kas PDI-P mencapai Rp 108,640 miliar dan nonkas Rp 2,795 miliar, dengan total penerimaan Rp 111,435 miliar. Pengeluaran kas Rp 105,477 miliar dan nonkas Rp 2,795 miliar, sehingga saldo akhir PDI-P tercatat Rp 3,163 miliar.

Hasil audit dana kampanye Partai Golkar oleh akuntan publik Haryo Tienmar & rekan menunjukkan penerimaan Rp 112,791 miliar dan pengeluaran Rp 108,282 miliar. Saldo dana kampanye mencapai Rp 4,508 miliar.

Partai Demokrat dengan akuntan publik Soeseno, tercatat memiliki saldo awal nol rupiah dengan penerimaan kas dan nonkas Rp 9,040 miliar. Pertambahan aktiva parpol itu mencapai Rp 86,768 juta dengan beban kampanye Rp 8,952 miliar. Saldo akhir kas dan bank Partai Demokrat tercatat Rp 1,311 juta.

Partai Sarikat Indonesia yang diaudit akuntan publik Bikbey Hamdan memiliki kas dan setara kas Rp 1,5 juta, penerimaan kas dan setara kas Rp 2,665 miliar, serta penerimaan nonkas Rp 343,469 juta. Pengeluaran kas dan setara kas Rp 2,837 miliar dan pengeluaran nonkas Rp 121,400 juta. Saldo partai ini Rp 51,485 juta.

Partai Amanat Nasional yang diaudit kantor akuntan publik Rodi Kartamulja, Budiman, & rekan memiliki penerimaan kas Rp 26,120 miliar dan nonkas sebesar Rp 1,222 miliar, atau totalnya Rp 27,342 miliar. Pengeluaran kas mencapai Rp 24,527 miliar dan nonkas sebesar Rp 1,222 miliar, sehingga total saldo akhir dana kampanye PAN masih Rp 1,311 miliar. (IDR)

Sumber: Kompas, 17 Juli 2004

Seperti yang dijelaskan pada berita di atas. Sudah dapat disimpulkan bahwa pengeluaran parpol pada kegiatan kampanye tidaklah sedikit. Jadi ini yang menimbulkan anggota legislatif bebrbuat korupsi.

Jadi kesimpulannya adalah minat masyarakat menjadi turun terhadap pemilu karena masyarakat sudah tidak percaya dengan politik yang ada di Indonesia. Di sisi lain masyarakat juga tidak mau berpartisipasi pada pemilu sehingga tidak akan ada perubahan dan membuat politik di Negara ini semakin kacau.  Solusi yang tepat adalah menemukan pemimpin seperti pada zaman Presiden Soekarno dimana menunjukan sosok yang bijaksana baik adil dan disegani. Namun sangat sulit mencari sosok seperti itu di zaman semodern dan individualis seperti saat ini.

 

 

 

 

 

Sumber : 

http://www.antikorupsi.org/id/content/parpol-harus-serahkan-hasil-audit-dana-kampanye-pemilu-legislatif-140704

http://www.republika.co.id/berita/pemilu/info-kpu/13/12/01/mx4ftj-merangsang-partisipasi-politik-masyarakat-adalah-tugas-parpol

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s